Minggu, 04 Desember 2011

disaat saya mulai KALAP

Dreamer semua pasti sering marah dong...
sangkin emosinya, kita membanting segala sesuatu yang ada di dekat kita

saya adalah salah seorang yang pernah jadi korban perbudakan emosi negatif ini.
sangkin kalapnya, Handphone saya satu-satunya saya lempar sejauh-jauhnya, akhirnya rusak (tapi belum parah-parah amat)
kedua kali, marah lagi, Handphone yang sudah pernah selamat dari kehancuran itu, saya lempar kembali...(semua anggota tubuhnya kepisah, disatuin dan ternyata masih bisa di pake) :)
Ketiga kali marah , Handphone ini mungkin nasibnya sungguh malang, hingga harus naas di tangan pemilik sendiri akibat amarah yang nggak ada manfaatnya sedikitpun. dan di kemarahan saya yang ketiga..., dia saya banting, saya congkel-congkel semua, saya lempar, dan akhirnya tidak terselamatkan lagi.

saya gk tau apakah ada orang lain yang seperti saya dulu atau nggak, yang menjadi budak dosa ini, dan menimbulkan banyak masalah baru, saya harus memperbaiki segala sesuatu yang rusak dan bahkan saya harus mengganti sesuatu yang baru, saya menjadi seseorang yang tidak disukai temenku, dan yang paling UTAMA adalah saya harus menanggung RASA BERSALAH YANG SANGAT DALAM.

Semua harus saya mulai dari awal, kembali membentuk diri yang baru, lahir baru, dan memperkenalkan diri yang baru.
sekarang saya sudah jadi anak yang lebih banyak sabar..., tapi tetap juga sich..., masih ada marah itu, tapi tau nggak apa yang membuat saya berubah hingga 80%??
ini  caranya:

" Saya harus berubah, itu komitmen pertama yang saya ambil, saya nggak mau selama hidupku aku dikenal orang menjadi sosok orang yang emosional bahkan tempramental, saya nggak mau diperbudak oleh emosi negative saya. dan akhirnya saya mulai menahan emosi saya, bahkan mau badan saya sampe bergetar karna menahan amarah.

sekarang sudah lebih mudah bagiku, kalo saya marah, saya pasti langsung bawa ketawa semuanya, saya membayangkan semua hal-hal lucu yang pernah saya baca, dengar, dan langsung saya ekspresikan, dan akhirnya ketawa sendiri, terkesan BEGO emang, tapi paling tidak saya sudah menang atas amarah".

Menurut pakar nich..., kita perlu mengusai yang namanya METAFORA GLOBAL.
HANCURKAN HAMBATANNYA, ROBOHKAN DINDINGNYA, LEPASKAN TAMBANGNYA, DAN MENARI-NARILAH.
KUASAILAH METAFORA KEHIDUPAN.

Mis:
Kamu lagi emosi sama seseorang yang sangat menjengkelkan, memuakkan, sering nyakitin kamu, Sering buat kamu kecewa, dia sering ngeledikin kamu, mempermainkan kamu, memaki kamu, menusuk kamu dari belakang, meremehkan kamu, dan lain-lain dan lain-lain.
rasanya kamu bener-bener marah, pengen bunuh, pengen tampar, pengen buat dia jadi kainlap di aspal beton, kamu sudah lari nich pengen tonjok dia, wush..........makin deket, dah siapin kepalan tangan mau tonjok.

metafora kamu bilang STOP!!!!!
putar ulang Pola kamu!
Bayangin seandainya kamu mau nonjok, kamu mau nonjok pipinya bagian mana dulu (strategi nonjoknya mesti ada dan jelas dong)?? kira-kira nich tampang mukanya yang bego itu jadi gimana saat kamu tonjok??? sedikit pertanyaan lagi  nich..., kamu dah pernah nonjok belum??? tau caranya??? :))

atau kamu mau nembak dia nich, dengan pistol jitu kamu.
Putar lagi metavora kamu ke yang mengintensifkan ke hal positf.
Perhatikan dulu..., pistol air kamu warna apa sich??? Beli dimana tadi??? jangan-jangan kamu curi punya anak tetangga lagi. :))

itulah yang disebut Metafora Kehidupan versi pakar.
kamu mesti hancurkan pola kamu dan beralih ke pola baru.
kalo kamu merasa beban kamu begitu berat,
ha????????? hello........dah tau berat, ngapain dibawa??
LEPASKAN AJA, KOK REPOT????

2 komentar: