BUKAN BERMAKSUD INGIN MENGATAKAN KALAU SAYA ADALAH ORANG YANG BENAR, ATAU SAYA ORANG YANG TAK BERCELA, ATAU JUGA SAYA ORANG YANG SUCI TAPI PALING TIDAK SAYA LAGI BERUSAHA UNTUK ITU
DAN SAYA PERCAYA, KITA SEMUA SEDANG MELAKUKAN HAL YANG SAMA.
HIDUP DOMINAN NEGATIVE THINGKING DAN MISDOING!
Nggak ingin jadi orang yang munafik, saya adalah salah seorang korban dari pada penyakit diatas...betahun-tahun bahkan berpuluh tahun, hampir seumur hidup saya, selalu berada dalam lingkaran dosa ini, bahkan hingga saat ini, meski tidak separah dulu.
BAHWA TIDAK ADA MANUSIA YANG SEMPURNA, pernyataan itu benar, baik di tingkah laku apalagi pikiran. dan lagi saya harus mengakui BAHWA MEMANG SUNGGUH-SUNGGUH SANGAT LIARNYA JIWA INI, SUNGUH SANGAT-SANGAT LIARNYA PIKIRAN INI,
YANG PALING SUSAH UNTUK BISA KITA SEMBUHKAN ADALAH PENYAKIT PIKIRAN!!!
PENYAKIT PERILAKU...KARNA INI CENDERUNG DAMPAKNYA LANGSUNG DI DEPAN MATA, jadi terkadang manusia pintar untuk menyembunyikannya.
sangat berbeda dengan Penyakit pikiran..., meskipun pikiran ini faktor utama pembentuk karakter (mempengaruhi perilaku) tetap manusia tidak selamanya dapat menilai baik buruknya pikiran seseorang dari perilakunya, karna dalam kamus manusia ada ostensibly. jadi pikiran itu adalah dunia yang paling bebas, diluar jangkauan orang lain sehingga tidak mendapatkan ganjaran langsung dari pikiran kotor kita, hingga kita tetap merasa aman.
ini salah satu kesaksian saya pribadi, yang sangat membantu saya untuk bisa pelan-pelan melepaskan diri dari penyakit berbahaya ini, dan semoga bisa membantu anda yang membacanya terutama yang masih SINGLE masih menantikan pasangan hidup.
setiap saya sedang akan berkecimpung dalam dosa, yang langsung saya pikirkan adalah pasangan hidup/suami saya kelak. karna dalam keyakinan saya adalah: bahwa saya akan mendapatkan pasangan hidup yang sepadan. jadi saya akan mendapatkan suami seperti bagaimana saya hidup. maka saya akan berusaha dan sedang berusaha setiap saat untuk hidup sebaik mungkin, untuk saya bisa mendapatkan pasangan hidup seperti bagaimana saya.
Bukannya melupakan Tuhan, adanya dosa dan neraka, tapi terkadang manusia tidak terlalu menghiraukan ini karna dalam pikiran mereka, ini kurang nyata atau masih lama, atau juga masih jauh karna belum ada manusia yang melihatnya jadi seolah-olah seperti tidak benar atau berpikir " ah itukan nanti di akhirat, sekarang aku masih di dunia, nikmatin aja dulu di dunia ini, masih ada hari esok untuk bertobat sebelum mati.
jadi ada baiknya kita mengaitkan dampak segala sesuatu itu langsung ke sesuatu yang akan kita dapatkan segera dan yang pasti akan didapatkan bahkan ke sesuatu yang sedang kita cari. seperti (pasangan hidup, karir, dll)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar